Sunday, 10 January 2016

Apokat

Sejarah Apokat
Nama apokat atau avokad (dari bahasa Inggris, avocado) berasal dari bahasa Aztek, ahuacatl (dibaca kira-kira "awakatl").
Pada saat pasukan Spanyol memasuki wilayah tersebut sekitar awal abad ke-16, berbagai tumbuhan dari daerah ini, termasuk apokat, diperkenalkan kepada penduduk Eropa. Orang pertama
yang memperkenalkan buah apokat kepada penduduk Eropa yaitu Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol. Dia memperkenalkan buah ini pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan kakao, jagung, dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah apokat mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.
Di Indonesia dikenalkan oleh bangsa Belanda yang masuk ke Indonesia sekitar abad 19. Berbagai varietas tanaman buah alpukat di Indonesia merupakan adaptasi dari jenis yang dikembangkan di negara asalnya. Di negara asalnya Amerika tengah ini telah dikembangkan varietas buah alpukat yang sampai saat ini mencapai puluhan jenis, hal tersebut sengaja dilakukan karena khasiat buah alpukat yang mengandung banyak nutrisi untuk perbaikan gizi penduduk khususnya di wilayah dataran tinggi. Manfaat buah ini juga dapat digunakan untuk menghaluskan kulit dan sebagai cara mengatasi rambut rontok secara alami.




Manfaat Apokat

1. Sumber Glutathione Antioksidan
Glutathione atau disingkat GSH merupakan ibu dari segala jenis antioksidan. Sel-sel di dalam tubuh sangat menaruh harapan pada kinerja master antioxidant ini. Salah satu manfaat dari GSH adalah anti-aging dengan cara meningkatkan kandungan kolagen dalam tubuh, terutama pada kulit, sehingga meminimalisir timbulnya kerutan pada wajah dan bagian tubuh lain. Alpukat merupakan salah satu buah dari deretan sumber utama glutathione. Nama lain yang hadir adalah asparagus, bayam, dan sayur brokoli. Semua buah dan sayur segar dapat meningkatkan kadar glutathione, khususnya sayuran seperti kubis, tauge, dan kubis. Anda juga bisa melakukan mixing nutrition untuk mendapatkan glutathione lebih maksimal. Misalnya, dengan menikmati makan malam dengan salad sayur, telur, dan jus alpukat.
2. Menjaga Kesehatan Kardiovaskural
Penelitian telah menunjukan bahwa konsumsi omega-6 merupakan faktor penting dalam penyakit kardiovaskular. Mereka menyarankan menurunkan asupan lemak tak jenuh ganda dan meningkatkan jumlah asam lemak tak jenuh tunggal dalam makanan yang kita konsumsi. Alpukat merupakan sumber asam oleat tak jenuh tunggal yang telah teruji dalam sejumlah penelitian dapat mengurangi LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan HDL (kolesterol baik) dalam darah.
3. Menjaga Kesehatan Mata
Alpukat mengandung lutein. Dikutip dari Avocado Central, lutein tidak bisa disintesa oleh tubuh. Sehingga perlu asupan lutein dari luar untuk pemenuhannya. Tetapi timbul kabar baik, bahwa alpukat menjadi solusi dari masalah ini. Anda bisa memperoleh lebih banyak lutein dari alpukat. Sekitar 81 mikrogram lutein tersimpan dalam satu ons buah alpukat.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa lutein terbukti terkonsentrasi pada makula mata yang dapat membantu menjaga penglihatan agar tetap sehat meski di usia senja. Jadi, bila Anda ingin tetap normal melihat indahnya alam pemberian Tuhan, maka rawatlah kesehatan mata dengan rutin mengonsumsi buah alpukat.
4. Menjaga Tekanan Darah
Khasiat buah alpukat dapat membantu menjaga tekanan darah, ini karena buah alpukat mengandung potassium yang dapat menstabilkan tekanan darah, terutama dapat mencegah agar tidak terkena serangan darah tinggi. Serangan darah tinggi pun menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit stroke, penyakit yang membuat tubuh tidak dapat bergerak separuhnya. Tetapi dengan adanya kandungan potassium dalam buah alpukat, serangan darah tinggi, stroke ataupun penyakit penyumbat sirkulasi darah lainnya dapat diminimalisir.
Alpukat kaya akan "senyawa" yang disebut "beta-sitosterol" yang telah terbukti efektif dalam menurunkan kadar kolesterol darah. Menurut sebuah penelitian, pasien dengan "hiperkolesterolemia" ringan yang termasuk dalam diet alpukat selama 7 hari memiliki 17 persen penurunan kadar kolesterol darah total, 22 persen penurunan di kedua "LDL" (kolesterol buruk) dan "trigliserida", dan peningkatan 11 persen dalam tingkat "HDL" (kolesterol baik).
6.Regenerasi sel-sel darah
Kaya zat besi sehingga bisa meningkatkan proses regenerasi sel darah merah. Sehingga bagi anda yang kekuranagn darah bisa rutin mengkonsumsi jus alpukat sehingga bisa terhindar dari penyakit anemia.
7. Kesehatan Jantung 
Alpukat mengandung vitamin B6 dan asam folat, yang membantu mengatur kadar homocysteine​​. Tingkat tinggi homosistein dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Alpukat juga mengandung vitamin E, glutathione, dan lemak tak jenuh tunggal, yang membantu dalam menjaga kesehatan jantung.
8. Melindungi tubuh agar tidak terkena serangan kanker.
Dari Hasil penelitian ternyata buah alpukat menunjukkan  adanya kandungan vitamin C, vitamin E, anti oksida, serta folat. adanya kandungan yang berfungsi penting membunuh sel-sel pemicu terjadinya penyakit kanker mulut. Hal ini diyakini juga oleh para ahli bukan hanya mencegah penyakit kanker mulut, melainkan penyakit-penyakit kanker lainnya.


Efek Samping    
1. Dapat mengganggu program diet (jika dimakan berlebihan, jika diet paling banyak makan setengah buah)     
2. Dapat menyebabkan muntah (jika orang yang memakanya mempunyai alergi terhadap buah ini)
3. Jus Alpukat bikin gendut. Pada jus alpukat biasanya akan ada tambahan perasa seperti susu dan gula. Nah ini dia kandungan lemak baik dari alpukat akan membawa lemak jahat tidak lama-lama didala darah. Manfaat jus alpukat bisa akibatkan lemak jahat dan kolesterol akan menimbulkan plak yang menghambat peredaran darah.

No comments:

Post a Comment