Saturday, 9 January 2016

Buah Apel

Sejarah Apel
Pusat keragaman genus Malus adalah di Turki timur. Pohon apel mungkin merupakan tumbuhan awal yang menjadi tanaman pertanian buah-buahannya diperbaiki melalui proses seleksi selama ribuan tahun. Iskandar Agung dihargai karena menemukan tumbuhan apel kerdil di Asia Kecil pada tahun 300 SM. Apel musim dingin, yang dipetik pada akhir musim gugur dan disimpan dalam suhu yang sedikit melebihi titik beku, telah menjadi makanan penting di Asia dan Eropa selama ribuan tahun, dan juga di Argentina dan Amerika Serikat sejak kedatangan bangsa Eropa.

Apel dibawa masuk ke Amerika Utara bersama kolonis pada abad ke-17. Pada abad ke-20, proyek irigasi di negeri Washington dilancarkan untuk memacu pembangunan industri buah bernilai ribuan jutaan dolar, yang dipelopori oleh spesies apel. Hingga abad ke-20, petani menyimpan apel dalam bilik-bilik antibeku pada musim dingin untuk mereka jual sendiri. Transportasi apel segar oleh kereta dan jalan yang terus berkembang berhasil menghilangkan kebutuhan untuk penyimpanan.
Tanaman ini masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930-an dibawa oleh orang belanda bernama Kreben kemudian menanamnya di daerah Nokojajar (Kabupaten Pasuruan).  Pada tahun 1953, Bagian Perkebunan Rakyat (sekarang : Lembaga Penelitian Hortikultura) mendatangkan beberapa jenis apel dari luar negeri, termasuk Rome Beauty dan Princess Noble.  Selanjutnya, sejak tahun 1960 tanaman apel sudah banyak ditanam di Batu untuk mengganti tanaman jeruk yang mati diserang penyakit.  Sejak saat itu tanaman apel terus berkembang hingga sekarang di dataran tinggi Kota Batu, Poncokusumo (Malang) dan Nongkojajar (Pasuruan) dan masa kejayaannya pada tahun sekitar 1970an.  Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) saat ini memiliki koleksi plasma nutfah apel sekitar 70 varietas, dan diantaranya terdapat 10 varietas apel harapan.






Manfaat Buah Apel
1.      Menjaga kesehatan jantung
Buah apel kaya akan nutrisi penting yang baik untuk tumbuh kembang jantung. Buah apel baik dikonsumsi untuk para penderita sakit jantung. Fakta dari alasan ini adalah karena dalam kandungan kulit apel terdapat senyawa bernama fenolik yang berguna untuk menjaga kesehatan jantung. Namun ingat sebelum Anda makan buah apel terlebih dahulu cuci buah apel hingga bersih dan pastikan tidak ada noda pada kulit apel.
2.      Mencegah Penyakit diabetes           
Apel adalah buah yang rendah gula darah, apel tinggi serat yang mampu mencegah datangnya penyakit diabetes. Jadi buah apel sangat baik dikonsumsi bagi Anda yang terkana diabet maupun untuk Anda yang ingin mencegah datanganya penyakit diabetes.
3.      Menjaga kesehatan pencernaan     
Buah apel sangat lembut dan mudah dicerna oleh organ dalam manusia, sehingga membuat buah apel sangat bermanfaat bagi pencernaan manusia. Oleh karena itu buah apel mampu mengurangi resiko terkenanya kanker seperti kanker prostat dan kanker usus besar hingga kanker paru-paru.
4.      Baik untuk diet         
Karena buah apel kaya serat dan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, buah ini sangat baik dikonsumsi untuk Anda yang berada dalam masa diet. Jadi buah apel tetap memberikan energi dan menjaga keseimbangan berat badan Anda.
5.      Menjaga sistem imun tubuh
Apel kaya akan antioksidan dan hal inilah yang dipercaya bahwa apel sangat baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Cara menikmati buah apel bisa dengan berbagai cara, namun sebelum apel dimakan, cuci terlebih dahulu dan ketika memasak jangan sampai merusak nutrisi dala buah apel, atau kata lainnya adalah jangan memasak hingga overcook.
6.      Menjaga kesehatan mata     
Sehubungan buah apel kaya dengan kandungan vitamin A, maka buah apel sangat baik untuk menjaga kesehatan mata. Vitamin A adalah sumber zat gizi dan nutrisi bagi organ dalam mata agar tetap bekerja secara maksimal. Dengan mengkonsumsi buah apel, itu berarti Anda telah menjaga kesehatan mata dari penyakit katarak.
7.      Mencegah kanker    
Buah apel memiliki zat bernama flavonoid yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari sel kanker. Zat inilah yang mampu memberikan proteksi tubuh manusia agar terhindar dari penyakit kanker yang mematikan.
8.      Melancarkan sistem pencernaan    
Selain bermanfaat untuk organ dalam pencernaan, 
buah apel juga mampu melancarkan buang air besar dan mengatasi sembelit


Kekurangan buah apel
Pasti kita akan bertanya-tanya kenapa buah apel tidak baik bila dikomsumsi secara berlebihan? Ternyata buah apel mengandung gula yang sebanding dengan empat sedok teh gula pasir, serta mangandung zat asam yang mampu meningkatkan tingkat keasaman mulut. Ternyata, bukan hanya apel yang memiliki kandungan zat asam dan kadar gula yang dapat berbahaya bagi kesehatan gigi,. Oleh sebab itu, untuk mengurangi berbagai ancaman kerusakan gigi karena mengonsumsi buah, Dr. Glenys Jones dari Medical Research Council memberikan beberapa tips yang bermanfaat. Beliau mengatakan bahwa, “Meminum jus buah dengan sedotan merupakan salah satu cara melindungi gigi. Selain itu, biasakan menggosok gigi sebelum mengonsumsi buah untuk membuat benteng antara gigi dan makanan.” Dr.Glenys juga menyarankan agar kita mau minum segelas air putih setelah mengonsumsi buah apel guna menetralisir zat asam yang terkandung di dalamnya.
Buah apel juga termasuk tanaman yang rentan terhadap penggunaan pestisida. Beberapa Negara menghubungkan gangguan system hormone, kemunduran IQ pada anak, kerusakan system syaraf, dan kanker dengan pestisida.
Apel sering dimakan untuk mencegah masalah pencernaan, meskipun kadang-kadang mereka dapat berkontribusi untuk sembelit. Jika Anda tidak minum cukup air, serat makanan akan menyerap semua kelembaban di usus besar anda. Seperti buah lainnya, apel mengandung fruktosa, dan banyaknya kandungan fruktosa dapat memberikan substrat pada bakteri usus Anda untuk fermentasi, yang mengarah pada produksi gas, kembung dan sakit perut. Apel adalah makanan sehat tambahan untuk diet, tapi terlalu banyak dapat menyebabkan masalah pencernaan.

No comments:

Post a Comment