Wednesday, 27 January 2016

Jeruk Bali

Pengenalan Jeruk Bali
Jeruk bali adalah jenis buah yang punya nama latin Citrus Maxima atau

citrus grandis. Di pasar internasional, jeruk bali biasa disebut dengan sebutan pomelo. Orang melayu menyebutnya limau besar, di Thailand diberi julukan Ma o, di Philipina diberi nama lukban atau suha, cina memberi julukan dou you atau youzi, di Bangladesh disebut jambura dan di Jepang di sebut dengan Bontan.
Asal mula jeruk bali hingga kini masih merupakan pertanyaan besar, namun yang pasti salah satu lokasi budidaya jeruk bali yang terkenal bukan Bali, melainkan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Di Pati, jeruk bali disebut dengan jeruk bali madu karena rasanya yang manis. Setiap tahun, menurut salah seorang petani jeruk di sana, konsumsi terhadap jeruk bali madu meningkat.
Di bali, daerah yang banyak menghasilkan jeruk bali adalah Kintamani (Bangli). Di sana harga jeruk bali bisa lebih murah daripada di Pati. Itulah kenapa petani jeruk bali di sana, berharap harga jeruk mereka bisa mengalami peningkatan.
Selain buahnya yang manis, yang juga bisa diolah dari jeruk bali adalah kulitnya yang tebal yang bisa dibikin manisan. Bunganya oleh orang-orang Vietnam biasa dijadikan bahan campuran parfum sementara kayu dari pohon jeruk bali biasa dibikin perkakas dapur.
Pohon jeruk bali termasuk jenis yang mampu beradaptasi dengan baik pada daerah kering dan relatif tahan penyakit. Buah ini adalah buah musiman, bisa dipanen hanya dua kali saja dalam setahun. Penanaman jeruk bali yang banyak dilakukan di Indonesia adalah dengan cara cangkok. Cara ini dianggap lebih menguntungkan dibanding dengan penanaman secara biji atau stek, karena masa tanamnya lebih pendek.
Pohon jeruk bali akan aktif berbuah pada tahun ketiga setelah penanaman. Namun untuk menghindari pohon kekurangan nutrisi, maka di awal-awal penanaman harus banyak dilakukan pemangkasan kalau dirasakan buah terlalu banyak.
Usia pohon jeruk bali cukup panjang. Setelah berusia 23 tahun, pohon jeruk bali masih bisa berbuah. Yang perlu diperhatikan dari budidaya penanaman pohon jeruk bali adalah ancaman hama berupa lalat buah dan kecabuk. Kecabuk biasanya membuat buah jeruk bali menjadi hitam. Untuk mengatasinya, diperlukan pestisida dan methyl eugenol. Sementara untuk lalat buah, yang diperlukan adalah perangkap.
Kultivar unggulan jeruk bali di Indonesia yang cukup dikenal ada empat kultivar, selain jeruk bali madu yang tadi sudah disebutkan, kultivar lainnya adalah ‘nambangan’, ‘srinyonya’ dan ‘magetan’. Ketiga kultivar ini banyak di tanam di Kabupaten Magetan dan Madiun.

Manfaat Jeruk Bali
1. Sebagai antioksidan
Dari segi kesehatan, jeruk bali merupakan satu dari berbagai macam jenis buah yang mengandung antioksidan. Antioksidan yang ada pada buah jeruk bali ini sangatlah penting bagi kesehatan tubuh karena dapat mencegah masuknya radikal bebas yang akan masuk ke dalam tubuh. Radikal bebas sendiri memilki banyak sekali dampak negatif bagi kesehatan tubuh, karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan.

2. Mengobati sariawan
sama seperti buah jeruk dan berbagai jenis buah-buahan pada umumnya juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Sebagai salah satu buah yang memiliki rasa agak asam jeruk bali memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Seperti yang kita ketahui vitamin C sendiri memiliki fungsi untuk mencegah sariawan, dan menjaga kesehatan mulut. Tingginya kandungan vitamin C ini membuat jeruk bali juga sering dimanfaatkan untuk mengobati sariawan, dan juga sangat pas sebagai salah satu jenis buah pencuci mulut.

3. Dapat mencegah kanker
Kandungan antioksidan yang tinggi pada Jeruk bali berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Selain antioksidan jeruk bali juga mengandung Bioflavonoid yang berfungsi melawan kanker pankreas, kanker usus serta kanker payudara. Maka sangat dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari secara rutin, untuk menjaga tubuh anda tetap terjaga. Selain memiliki antioksidan tinggi yang mampu untuk mencegah radikal bebas masuk ke dalam tubuh, jeruk bali juga memiliki kandungan kalium.  Kalium juga dapat membantu tubuh untuk menangkal dan mencegah pertumbuhan sel kanker, sehingga efektif untuk mencegah penyakit kanker dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker.

4. Menurunkan kadar kolestrol jahat di dalam tubuh
Jeruk bali memiliki kandungan senyawa yang bernama pectin. Kandungan senyawa pectin ini diyakini mampu untuk menurunkan kadar kolestrol jahat di dalam tubuh kita. Jika anda mengupas bagian luar jeruk bali maka setelah itu anda akan menemukan satu lapis bungkus buah berwarna putih. Pada umumnya pada saat mengkonsumsi jeruk bali kita hanya memakan daging buahnya tanpa memperhatikan lapisan putih ini. meskipun rasanya pahit tetapi lapisan ini mampu mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh sehingga dapat menyehatkan jantung. Singkatnya, manfaat jeruk bali sangat baik untuk anda yang memiliki bakat kolesterol dan juga menderita kolesterol.

5. Membersihkan sel darah merah
Jeruk bali memiliki kandungan zat aktif yang sangat baik dan juga efektif untuk membersihkan sel darah merah anda. selain dapat membersihkan sel darah merah, zat aktif yang ada pada jeruk bali dapat meningkatkan kadar darah didalam tubuh, dan juga bermanfaat untuk mencegah munculnya gejala-gejala anemia di dalam tubuh anda.

6. Menjaga Kulit Agar Tetap Sehat
Berdasarkan beberapa percobaan buah jeruk bali tidak hanya dapat berfungsi untuk organ dalam tubuh saja tetapi buah ini juga dapat menjaga kesehatan kulit. Jika kulit anda sakit, dan anda ingin mempercepat proses penyembuhan anda dapat mengoleskan krim yang terbuat dari buat jeruk bali. Jeruk bali juga mengandung spermadine yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Zat spermadine merupakan salah satu zat yang mampu melindungi sel-sel dari proses penuaan dan kerusakan sel kulit.


7. Mencegah penuaan dini
Buah ini juga memiliki khasiat dalam menangkal penuaan dini serta memperlambat datangnya tanda penuaan. Sifat antioksidan alami pada buah jeruk berguna untuk meningkatkan perlindungan bagi kulit dari bahaya sinar matahari.
Dengan mengkonsumsinya secara teratur bukan saja dapat melembutkan kulit, namun juga berguna untuk mencegah kanker kulit yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet.

Efek Samping Jeruk Bali
Dikutip dari laman tempo.co
Buah jeruk bali ternyata bisa menyebabkan konsumsi sejumlah obat berujung overdosis. Pasalnya, buah ini mencegah penguraian obat-obatan tersebut di dalam liver dan usus. Ini hasil riset di Canadian Medical Association Journal yang dipublikasikan pekan ini. Sejumlah ilmuwan menegaskan ada sejumlah obat yang jika diminum bersamaan dengan jeruk bali, bisa jadi berbahaya. 
Tim peneliti di Lawson Health Research Institute di Kanada mengatakan, jumlah obat-obatan yang mengalami efek serius saat dikonsumsi dengan buah jeruk bali meningkat dari 17 jenis pada 2008 menjadi 43 jenis di tahun 2012.
Obat-obatan tersebut adalah yang obat untuk tekanan darah, kanker, penurun kadar kolesterol, dan obat-obatan yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh setelah transplantasi organ tubuh.
Seperti dikutip oleh situs BBC pada 26 November 2012, unsur kimia dalam buah jeruk bali,furanocoumarins, membersihkan enzim yang menguraikan obat-obatan tersebut. Artinya, lebih banyak obat-obatan yang menuju sistem pencernaan daripada yang bisa ditangani oleh tubuh.
Efek samping dari konsumsi bersamaan buah jeruk bali dengan obat-obatan tersebut beragam, mulai dari pendarahan di perut, perubahan detak jantung, kerusakan ginjal, hingga kematian mendadak.
"Satu tablet yang dikonsumsi dengan segelas jus buah jeruk bali bisa memberikan efek seperti mengkonsumsi lima hingga 10 tablet dengan segelas air dan orang akan berkata mereka tidak percaya. Tetapi saya bisa menunjukkannya secara ilmiah bagaimana hal tersebut terjadi," ucap Dr. David Bailey kepada BBC.
Jadi, sambung dia, "Anda bisa secara tidak sengaja berubah dari level pengobatan ke level beracun hanya dengan mengkonsumsi jus buah jeruk bali."
Tapi hasil riset ini tidak lepas dari kritik. Hasil penelitian di jurnal lain merilis informasi yang meragukan kesimpulan tersebut. "Kami berpendapat bahwa masih ada kekurangan informasi mengenai kesehatan umum di masyarakat," kata Neal Patel dari Royal Pharmaceutical Society.
"Buah jeruk bali bukan satu-satunya makanan yang menyebabkan masalah seperti ini, contohnya susu, bisa menghentikan penyerapan antibiotik jika dikonsumsi pada saat bersamaan," katanya. Ia menambahkan, sebagian interaksi tersebut kemungkinan tidaklah signifikan secara klinis. "Namun sebagian lainnya mungkin saja mengalami masalah serius," ujarnya.

No comments:

Post a Comment