Wednesday, 27 January 2016

Jeruk

Sejarah Jeruk
Tahukah kamu, jeruk diperkirakan berasal dari Cina
selatan, India bagian timur laut dan kemungkinan Asia tenggara (Indochina)!  Jeruk di Eropa dan Timur Tengah diperkirakan tumbuh secara alami, tetapi para ahli sejarah masa kini percaya bahwa nenek moyang pohon jeruk, Citrus medica diperkenalkan oleh Alexander Agung dari India ke Yunani, Turki, dan Afrika Utara di akhir abad ke 4. Jenis citrus yang paling kuno disebut “citron”.
Pencatatan pertama jenis jeruk, Citrus medica L. di sejarah Eropa dilakukan oleh Theophrastus pada tahun 350 SM, setelah pengenalan jeruk oleh Alexander Agung. Dalam sejarah awal Eropa, para penulis menuliskan tentang jeruk Persia yang memiliki aroma yang harum dan dipercaya dapat menjadi obat bagi keracunan, pengharum nafas dan penolak rayap.
Jeruk dikenal dengan sangat baik oleh kebudayaan Yunani dan kemudian Romawi. Keramik indah bergambarkan jeruk dan pohonnya ditemukan di reruntuhan Pompeii setelah kota tersebut dihancurkan oleh erupsi vulkanik oleh Gunung Vesuvius di 79 M. Mosaik lain ditemukan di reruntuhan villa Romawi di Kartago, Afrika utara di abad ke 2 M.
Perjalanan penjelajah Portugis, Vasco de Gama, mencatat bahwa di tahun 1498 ada berbagai pohon jeruk di India, dan kesemuanya memiliki rasa manis. Varietas tersebut kemudian dikenal sebagai Portugal orange.
Christopher Columbus memperkenalkan jeruk ke Haiti di tahun 1493. Dipercaya bahwa ia membawa biji jeruk untuk ditanam bersama dengan jeruk asam, jeruk manis, lemon, lime dan pummel.
Selama berabad-abad, jeruk telah menjadi simbol cinta, kebahagiaan dan bahkan kesucian. Orang Jepang percaya bahwa bunga jeruk melambangkan hidup selibat (hidup tetap suci), sementara bagi orang Saracen (sebutan orang Romawi untuk orang Arab yang tinggal di padang gurun dekat Siria),  jeruk adalah simbol fruitfulness (kemampuan memberikan hasil yang berkelimpahan).
Wanita Arab menggunakan sarinya untuk mewarnai rambut yang beruban dan Nostradamus menuliskan penggunaan bunga dan buahnya untuk membuat kosmetik. Herkules sangat menilai tinggi buah jeruk, sehingga ia mencurinya dari Hesperides yang melindunginya sebagai makanan utama para dewa dewi Yunani dan Romawi.
Jeruk dianggap buah pembawa keberuntungan. Kekasih yang saling memberikan jeruk dipercaya akan semakin dekat. Pengantin wanita juga membawa bunga jeruk di buketnya, untuk membawa nasib baik.

Manfaat Jeruk
1. Mencegah kanker
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology, mengkonsumsi manfaat pisang, jeruk dan jus jeruk dalam dua tahun pertama kehidupan dapat mengurangi risiko pengembangan leukimia.
Sebagai sumber yang sangat baik dari manfaat antioksidan, vitamin C dalam jeruk juga dapat membantu memerangi pembentukan radikal bebas yang diketahui sebagai penyebab kanker. Jumlah vitamin C yang diperlukan yang dikonsumsi untuk tujuan terapeutik kanker dan serat tinggi dari buah-buahan dan sayur-sayuran berkaitan dengan penurunan resiko kanker kolorektal.

2. Menjaga Kesehatan Jantung
Serat, kalium, vitamin C, dan kolin yang terdapat pada jeruk memberi dukungan terhadap kesehatan jantung. Peningkatan asupan kalium bersama dengan penurunan asupan natrium adalah perubahan pola makan yang paling penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, menurut Mark Houston, MD, MS, seorang profesor klinis kedokteran di Vanderbilt Medical School dan direktur Hipertensi Institute di Rumah Sakit St Thomas di Tennessee.
Dalam sebuah penelitian, mereka yang mengkonsumsi 4069 mg kalium per hari memiliki risiko 49% lebih rendah dari kematian akibat penyakit jantung iskemik dibandingkan dengan yang kurang mengkonsumsi kalium (sekitar 1000 mg per hari).

3. Menjaga Sistem Imun
Jeruk merupakan sumber vitamin C yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis buah-buahan lainnya. Satu buah jeruk berukuran sedang dapat memenuhi sekitar 72% dari kebutuhan harian vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas.  Vitamin C pada jeruk juga efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4. Menurunkan kadar kolesterol jahat
Menurut hasil riset ahli, konsumsi satu buah jeruk sehari dapat membantu menurunkan kadar trigliserida (jenis lemak dalam darah) sebesar 27% dan kolesterol jahat (LDL) sebanyak 15,5%. Hal ini tidak lepas dari adanya senyawa pektin, hesperidin, serta bioflavonoid pada buah tersebut.

5. Mencegah batu ginjal
Demi menurunkan risiko penyakit batu ginjal, cobalah minum jus jeruk setiap hari secara rutin. Namun jangan berlebihan, karena gula yang pecah ketika jeruk diolah menjadi jus mampu membuat gigi cepat berlubang.

6. Mengatasi wasir
Mengkonsumsi buah jeruk manis mampu mengatasi penyakit wasir, selain itu dengan memakan buah jeruk manis dapat membantu Anda dalam proses penyembuhan penyakit wasir. Anda cukup memakannya langsung atau minum jus jeruk manis tanpa penambahan gula ataupun es. Sehingga sari jeruk manis benar-benar bekerja untuk kesembuhan Anda.

7.  Menetralisir tubuh
Seperti yang kita ketahui bahwa kita sering menghirup udara kotor penuh polusi ataupun mengkonsumsi makanan tidak sehat. Khasiat jeruk manis dalam hal ini adalah mampu menetralisir tubuh sehingga keadaan dalam tubuh normal kembali. Akan sangat baik jika jeruk manis dikonsumsi dalam keadaan hangat, jadi yang dimaksud adalah minum air jeruk manis.

8.  Mengatasi flek hitam
Bagi Anda yang memiliki masalah noda hitam diwajah, Anda bisa mengatasinya dengan mengkonsumsi sari jeruk manis. Anda bisa membuat minuman hangat dengan sari jeruk manis, kemudian diminum sehari 2 kali untuk membantu kulit wajah menghilangkan noda hitam.

 
Efek Samping Jeruk
Bahaya Makan Jeruk dan Minum Obat Secara Bersamaan
Jika Anda penggemar berat buah atau jus jeruk, tapi di sisi lain sedang menjalani pengobatan jangka panjang dan harus mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan, sebaiknya berhati-hati. Mengapa? Karena buah kaya vitamin C ini dapat mempengaruhi dan mengganggu kerja dari obat-obatan.
Katherne Zeratsky, ahli gizi dari Mayo Clinic mengatakan, jus jeruk atau produk jeruk lainnya dapat mengganggu beberapa jenis obat tertentu. Zeratsky mengatakan, meskipun interaksi yang ditimbulkan cukup ringan, tetapi pada beberapa kasus hal ini bisa berdampak serius dan menyebabkan masalah kesehatan.           
Ia juga mengimbau agar setiap orang melakukan konsultasi ke dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi grapefruit (jeruk) atau produk buah jeruk lainnya apabila sedang mengonsumsi berbagai jenis obat. Apabila memungkinkan, akan lebih baik jika Anda tidak mengonsumsi jeruk sama sekali. Meskipun Anda minum obat dan produk jeruk dalam waktu yang berbeda interaksi tersebut akan tetap ada.          
Zeratsky mengungkapkan bahwa ada bahan kimia tertentu yang terkandung dalam buah jeruk yang dapat mengganggu metabolisme berbagai jenis obat dalam sistem pencernaan Anda. Kondisi ini dapat membahayakan pengobatan Anda dan menyebabkan efek samping yang serius.
Selain jeruk masih ada banyak lagi makanan yang dapat memicu interaksi obat. Berikut adalah beberapa contoh obat-obat resep yang dapat memicu interaksi serius jika dikonsumsi bersamaan dengan produk jeruk. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa berkonsultasi ke dokter atau apoteker untuk melihat apakah obat yang Anda konsumsi juga memiliki interaksi dengan apa yang sering Anda konsumsi :
- Obat anti kecemasan: Buspirone
- Obat anti-aritmia: Amiodarone (Cordarone)
- Antidepresan: Sertraline (Zoloft)
- Antihistamin Fexofenadine: (Allegra)
- Anti-retroviral: Saquinavir (Invirase), indinavir (Crixivan)
- Obat anti kejang: Carbamazepine (Carbatrol, Tegretol)
- Calcium channel blocker (obat hipertensi): Nifedipin (Procardia), Nimodipin (Nimotop), Nisoldipine (Sular)
- Imunosupresan siklosporin: (Neoral, Sandimmune), Tacrolimus (Prograf), Sirolimus (Rapamune)
- Statin (obat penurun kolesterol): Simvastatin (Zocor), Lovastatin (Mevacor), Atorvastatin (Lipitor)

Erosi gigi
Mengkonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman asam seperti air jeruk, bisa menyebabkan gigi terpapar zat asam. Kondisi ini bisa mengikis email gigi dan membuat gigi Anda sensitif, khususnya terhadap makanan panas dan dingin. Untuk melindungi gigi Anda, minumlah minuman asam dengan sedotan. Jika Anda sudah terlanjur mengalami pengikisan gigi, berkonsultasilan dengan dokter gigi yang bisa memberikan perawatan.

Mulas
Minum terlalu banyak air dengan perasan jeruk bisa memicu mulas atau membuat kondisi lebih buruk jika Anda sering mengalaminya. Mulas terjadi saat esophageal sphincter, bagian di antara kerongkongan dan perut tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan asam lambung dari perut bergerak ke kerongkongan. Proses ini disebut sebagai reflux. Mulas juga dikenal dengan acid reflux. Mulas menyebabkan rasa terbakar dan sakit di dada yang parah. Mengurangi makanan dan minuman bersifat asam bisa mencegah dan mengurani gejala-gejala mulas.

Sering buang air kecil dan dehidrasi
Dalam kasus yang langka, air dengan perasan jeruk bisa memberikan efek diuretik. Jeruk mengandung banyak vitamin C atau asam askorbat. Nutrisi ini dikenal dengan kandungan diuretiknya, yang berarti bisa meningkatkan produksi urin di ginjal. Sementara air dengan perasan jeruk yang dibuat dengan mencampur air dan perasan jeruk dalam jumlah cukup atau menambahkan irisan jeruk dalam air bisa memiliki efek yang sama. Kalau Anda merasa dehidrasi setelah minum air perasan jeruk, pertimbangkan untuk mengurangi jumlah perasan jeruk.

No comments:

Post a Comment