Friday, 15 January 2016

Belimbing

Manfaat Buah Belimbing
1. Menyehatkan Pencernaan
Buah beserta kulit belimbing memberikan pasokan serat makanan. Serat membantu mencegah penyerapan kolesterol
LDL pada makanan dalam usus. Serat  juga akan membantu melindungi selaput lendir usus dari paparan zat beracun dengan mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar. Kandungan serat pada belimbing membuat pencernaan lebih sehat dan menghindarkan dari resiko gejala kanker usus besar.

2. Mengobati beberapa penyakit        
Buah belimbing yang kaya akan vitamin terbukti dapat mencegah sekaligus menangani berbagai jenis penyakit diantaranya yaitu:
a. Menangani hipertensi,
b. Menurunkan demam,
c. Menyembuhkan sariawan,
d. Mengatasi kolesterol,
e. Mencegah kanker.

3. Menurunkan risiko kanker usus besar        
Belimbing kaya akan serat yang membantu melindungi membran mukosa pada usus besar dari paparan substansi beracun. Serat ini akan mengikat senyawa kimia penyebab kanker dan mengeluarkannya dari tubuh. Belimbing juga memiliki zat tembaga yang menambah kelembaban feses dan memperlancar pengeluarannya.

4. Mengandung Antioksidan flavonoid
Sekali lagi Belimbing termasuk dalam buah yang kaya antioksidan . Dalam hal ini adalah antioksidan dari polifenol flavonoid. Beberapa jenis flavonoid penting adalah quercetin, epikatekin, dan asam galat. Kadar polifenol (Folin assay) dalam buah  belimbing adalah 143 mg/100 g. Senyawa ini akan membantu melindungi tubuh dari efek berbahaya radikal bebas.

5. Menurunkan Kadar Kolesterol      
Berkat kandungan pektin yang merupakan serat kasar, kolesterol dan asam empedu akan diikat oleh serat ini agar tidak masuk ke dalam pembuluh darah. Alhasil, 
kadar kolesterol dalam tubuh pun turun.

6. Melancarkan Buang Air Kecil       
Buah yang banyak airnya dan mengandung kalium ini berkhasiat memperlancar masalah buang air kecil,

7. Pencegahan Kanker
manfaat belimbing memberikan vitamin C yang merupakan  pencegahan terhadap serangan gejala kanker. Belimbing mengandung vitamin C dalam jumlah yang besar. Vitamin C adalah antioksidan alami yang kuat. Sekitar 100 g buah belimbing akan memberikan 34,7 mg atau sekitar 57% asupan vitamin C yang dibutuhkan setiap hari. Secara umum, manfaat buah-buahan yang kaya vitamin C akan membantu tubuh manusia mengembangkan resistensi terhadap agen infeksi, radikal bebas dan anti inflamasi bagi tubuh.

8.  Mengatasi  Tekanan Darah Tinggi
Belimbing mengandung sejumlah mineral dan elektrolit seperti kalium, fosfor, seng dan besi. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh, yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah. Dengan demikian, akan menekan pengaruh buruk dari sodium. Penyembuhan hipertensi banyak dilakukan dengan terapi belimbing, dengan mengkonsumsinya secara rutin
.

Efek Samping Buah Belimbing
Bahaya Belimbing Manis terhadap Kesehatan
1. Selain memiliki banyak manfaat, pada beberapa kasus buah Belimbing Manis ternyata juga sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Karena kadar gula yang tinggi, buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Juga pada penderita penyakit ginjal, mengkonsumsi buah ini akan memperparah penyakitnya karena kandungan Asam Oxalat yang tinggi yang terdapat dalam buah ini.

2. Selain itu, Belimbing Manis mengandung racun yang mempengaruhi otak dan syaraf dimana pada penderita penyakit ginjal, racun tersebut tidak dapat disaring dan dibuang sehingga akan memperparah keadaan ginjalnya.

3. Belimbing adalah salah satu sumber makanan dari  tanaman yang mengandung konsentrasi tertinggi asam oksalat, yaitu 100 g buah segar mengandung 50,000-95,800 ppm asam oksalat. Dalam dunia kesehatan, Asam oksalat dianggap sebagai senyawa anti nutrisi, diantaranya dapat mengganggu penyerapan dan metabolisme beberapa mineral alami seperti kalsium, magnesium dll. Selain itu asam oksalat juga dapat memicu kondisi yang dikenal dengan oxaluria, yaitu yang mengarah pada pembentukan batu ginjal. Pada beberapa orang dengan gangguan fungsi ginjal, mengkonsumsi banyak buah belimbing dapat mengakibatkan gagal ginjal. Orang yang menderita penyakit ginjal harus menghindari makan belimbing.

4. Belimbing sama halnya seperti jeruk, yaitu yang telah ditemukan dapat bereaksi negatif dengan banyak obat. makan belimbing bersama obat tertentu bisa  mengakibatkan tingkat  efek samping atau toksisitas. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli medis sebelum Anda makan belimbing bersama dengan makan obat farmasi.


Sedikit Cerita tentang efek samping buah belimbing
Bahaya Belimbing Manis terhadap Kesehatan
Selain memiliki banyak manfaat, pada beberapa kasus buah Belimbing Manis ternyata juga sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Karena kadar gula yang tinggi, buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Juga pada penderita penyakit ginjal, mengkonsumsi buah ini akan memperparah penyakitnya karena kandungan Asam Oxalat yang tinggi yang terdapat dalam buah ini.

Selain itu, Belimbing Manis mengandung racun yang mempengaruhi otak dan syaraf dimana pada penderita penyakit ginjal, racun tersebut tidak dapat disaring dan dibuang sehingga akan memperparah keadaan ginjalnya.

, orang umumnya percaya pada obat-obatan tradisional. Selain lebih berkhasiat juga tak dicampur bahan kimia, sehingga aman dikonsumsi. Tetapi, tahukah Anda bahwa beberapa obat-obatan tradisional itu justru berbahaya bagi kesehatan, jika tidak diteliti lebih lanjut. Buah belimbing atau Averrhoa carambola misalnya, yang dipercaya berkhasiat menurunkan tensi darah, justru sangat berbahaya bagi pasien sakit ginjal.

Spesialis ginjal, Dokter Med Salim Lim dalam seminarnya “Ginjal dan obat tradisional” mengatakan, belimbing mengandung asam oxalat di mana pada orang sehat, ginjal menyaring dan membuangnya. Sedangkan pada pasien ginjal, racun ini tidak dapat dibuang dan memperburuk keadaan ginjalnya. “Karena terjadi obstruksi atau sumbatan di ginjal, sehingga menjadi gagal ginjal akut atau mendadak,” ujar konsultan di Renal Medicine Singapura ini.

Belimbing juga mengandung neurotoksin atau racun saraf yang bisa mempengaruhi otak dan saraf. Dan banyak masyarakat yang belum mengetahui hal ini. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat harus hati-hati dengan buah belimbing. Kenali gejala awalnya yakni, cegukan, mual-mual, muntah, penurunan kesadaran atau mati rasa, kejang, danepilepsi. “Lebih berbahaya lagi menyebabkan kematian. Belum banyak masyarakat yang tahu tentang itu, termasuk 99 persen tenaga medis dan dokter. Cegukan adalah ciri khas dari efek konsumsi belimbing bagi penderita ginjal, sebesar 93 persen,” tambahnya.

Dokter mengemukakan, sudah ada beberapa kasus. Salah satunya, SP (56), pasien dengan penyakit ginjal, diabetes, dan hipertensi. Ia dirawat di Rumah Sakit karena cegukan terus menerus selama dua hari, mual dan sesak napas. Saat dirawat, pasien sempat koma. Seminggu baru diketahui, pasien selama ini mengonsumsi belimbing untuk menurunkan tensi darahnya.

Selain belimbing, dokter Med menyebutkan, buah jengkol (pithecellobium jiringa) juga berbahaya bagi pasien ginjal. Makan jengkol bisa menyebabkan penyumbatan saluran air seni, karena endapan kristal asam jengkolat, sehingga akhirnya menjadi gagal ginjal akut atau mendadak. “Keluhannya nyeri perut (kolik) sesudah makan jengkol dan air seni menjadi merah atau hematuria,” kata beberapa pasien.

Buah mengkudu (Morinda citrifolia) atau “noni juice” juga tidak dianjurkan pada orang yang sakit ginjal karena kandungan kaliumnya (K) sangat tinggi, yakni lebih dari 10 kali kalium darah atau sama dengan jus jeruk dan tomat.

Dokter Med menjelaskan, tidak semua obat tradisional atau herbal aman meskipun berasal dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini karena beberapa hal antara lain, herbal tidak perlu uji klinis yang lengkap, tidak semuanya benar-benar distandarisasi dan mengandung zat yang aktif dan kontaminasi dengan pestisida, logam-logam berat atau obat-obat modern. Selain itu, dosis minimal dan maksimal atau toksik jarang diberitahu, interaksi dengan obat-obatan lain tidak diketahui dan tidak diberitahu efek sampingnya.

makan 1 buah atau 100 ml jus belimbing yang biasanya aman buat orang sehat dapat menjadi racun bagi pasien ginjal dalam hitungan jam. Konsultan ginjal (nefrologist) Prof. Dr. Tan Si-Yen dari University Malaya Medical Centre (UMMC) mengatakan hal ini terjadi pada Tan Gon Seang, yang menderita penyakit ginjal.

Warganegara malaysia berumur 66 tahun ini berada di Shenzen mengunjungi anaknya ketika meninggal pada tanggal 29 maret setelah makan belimbing dan dibawa ke Shenzen General Hospital dalam keadaan koma.

Menurut Prof. Tan, belimbing mengandung racun saraf, yang tidak ada di dalam buah lain, yang mempengaruhi otak dan saraf.  Pada orang dewasa sehat, ginjal menyaring dan membuang racun ini. Pada pasien ginjal, racun ini tidak dapat dibuang dan memperburuk keadaan ginjalnya. Lebih dari 10 pasien lain masuk rumah sakit menderita kondisi yang sama setelah mengkonsumsi belimbing. Dua diantara mereka meninggal.

Setelah penemuan berkaitan denga belimbing, Tan menjalani dialisis. Sepupunya, Teoh Thian Lye, 55 tahun, mengkonfirmasi bahwa Tan telah menjalani pengobatan masalah ginjalnya selama 3 tahun. Keluarganya meminta bantuan kepala MCA Public Compliants and Service Departement, Datuk Michael Chong untuk mengirimkan Tang kembali ke Malaysia karena keluarganya tidak dapat membiayai rumah sakit 1.000-2.000 ringgit malaysia (RM) per hari di ruang intensif.
Dialisis adalah metode untuk menyaring limbah dari darah yang menggantikan fungsi ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dua jenis dialisis adalah hemodialisis dan dialisis peritoneal.  Kamuskesehatan.com, Hemodialisis atau cuci darah adalah sebuah prosedur medis yang menggunakan mesin khusus (mesin dialisis) untuk menyaring produk limbah dari darah dan mengembalikan kandungan normal darah. Hemodialisis lebih sering digunakan untuk penyakit ginjal kronis yaitu stadium akhir penyakit ginjal.  Dalam keadaan tersebut, dialisis ginjal biasanya dikelola dengan menggunakan jadwal yang tetap tiga kali per minggu.  Dialisis peritoneal adalah cara untuk mengeluarkan produk sampah dari darah ketika ginjal tidak bisa lagi melakukan pekerjaan secara memadai (kondisi yang disebut gagal ginjal atau insufisiensi ginjal).  Selama dialisis peritoneal, pembuluh darah pada lapisan perut (peritoneum) menggantikan ginjal Anda, dengan bantuan cairan (dialisat) yang mengalir masuk dan keluar dari rongga peritoneal.  Dialisis peritoneal berbeda dari hemodialisis,  prosedur penyaringan darah yang lebih umum digunakan.  Dengan dialisis peritoneal,  Anda dapat melakukan perawatan sendiri di rumah, di tempat kerja atau saat bepergian. Anda mungkin dapat menggunakan lebih sedikit obat dan makan diet yang lebih longgar daripada dengan hemodialisis. Ada dua jenis utama dialisis peritoneal: dialisis peritoneal rawat jalan berkelanjutan dan dialisis peritoneal siklis berkelanjutan.

Menurut Dr. Tan, masih sedikit kepedulian pada temuan yang relatif baru ini dan belum ada kasus secara lokal. Masyarakat harus hati-hati dengan reaksi dari buah belimbing. Amati gejala awalnya termasuk cegukan (tersedak), mati rasa dan kelelahan serta gejala-gejala neurologis seperti bingung, gelisah, epilepsi tiba-tiba, lanjutnya. Risiko kematiannya tinggi dan perlu penanganan agresif segera dengan hemodialisis harian.

, keracunan buah belimbing pertama kali dijelaskan pada tahun 1980 di Malaysia. Belimbing ditemukan memiliki efek depresi pada sistem saraf pusat. Buah yang berbentuk unik menimbulkan risiko yang sangat kecil untuk orang sehat bila dimakan dalam jumlah normal. Namun, gagal ginjal akut telah dilaporkan pada orang dengan riwayat penyakit ginjal.
Dalam laporan kasus tahun 2006 yang telah diterbitkan dalam Journal of Nephrology, pasien dengan penyakit ginjal kronis mengembangkan reaksi buruk setelah makan belimbing. Belimbing dapat menyebabkan kemerosotan cepat dalam fungsi ginjal dan kerusakan ginjal permanen.
Gejala umum untuk keracunan belimbing termasuk cegukan (gejala yang paling umum, terutama pada keracunan ringan), muntah, lemah, insomnia, penurunan kesadaran, kejang dan hipotensi.  Orang dengan riwayat penyakit ginjal harus menghindari mengkonsumsi belimbing, terutama saat perut kosong.

No comments:

Post a Comment