Manfaat Buah Belimbing
1. Menyehatkan
Pencernaan
Buah beserta kulit
belimbing memberikan pasokan serat makanan. Serat membantu mencegah
penyerapan kolesterol
LDL pada makanan dalam usus. Serat juga akan membantu melindungi selaput lendir usus dari paparan zat beracun dengan mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar. Kandungan serat pada belimbing membuat pencernaan lebih sehat dan menghindarkan dari resiko gejala kanker usus besar.
LDL pada makanan dalam usus. Serat juga akan membantu melindungi selaput lendir usus dari paparan zat beracun dengan mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar. Kandungan serat pada belimbing membuat pencernaan lebih sehat dan menghindarkan dari resiko gejala kanker usus besar.
2. Mengobati beberapa
penyakit
Buah belimbing yang kaya akan vitamin terbukti dapat mencegah sekaligus menangani berbagai jenis penyakit diantaranya yaitu:
Buah belimbing yang kaya akan vitamin terbukti dapat mencegah sekaligus menangani berbagai jenis penyakit diantaranya yaitu:
a. Menangani
hipertensi,
b. Menurunkan demam,
c. Menyembuhkan
sariawan,
d. Mengatasi
kolesterol,
e. Mencegah kanker.
3. Menurunkan risiko
kanker usus besar
Belimbing kaya akan serat yang membantu melindungi membran mukosa pada usus besar dari paparan substansi beracun. Serat ini akan mengikat senyawa kimia penyebab kanker dan mengeluarkannya dari tubuh. Belimbing juga memiliki zat tembaga yang menambah kelembaban feses dan memperlancar pengeluarannya.
Belimbing kaya akan serat yang membantu melindungi membran mukosa pada usus besar dari paparan substansi beracun. Serat ini akan mengikat senyawa kimia penyebab kanker dan mengeluarkannya dari tubuh. Belimbing juga memiliki zat tembaga yang menambah kelembaban feses dan memperlancar pengeluarannya.
4. Mengandung
Antioksidan flavonoid
Sekali lagi Belimbing
termasuk dalam buah yang kaya antioksidan . Dalam hal ini adalah antioksidan
dari polifenol flavonoid. Beberapa jenis flavonoid penting adalah quercetin,
epikatekin, dan asam galat. Kadar polifenol (Folin assay) dalam buah
belimbing adalah 143 mg/100 g. Senyawa ini akan membantu melindungi tubuh dari
efek berbahaya radikal bebas.
5. Menurunkan Kadar
Kolesterol
Berkat kandungan pektin yang merupakan serat kasar, kolesterol dan asam empedu akan diikat oleh serat ini agar tidak masuk ke dalam pembuluh darah. Alhasil, kadar kolesterol dalam tubuh pun turun.
Berkat kandungan pektin yang merupakan serat kasar, kolesterol dan asam empedu akan diikat oleh serat ini agar tidak masuk ke dalam pembuluh darah. Alhasil, kadar kolesterol dalam tubuh pun turun.
6. Melancarkan Buang
Air Kecil
Buah yang banyak airnya dan mengandung kalium ini berkhasiat memperlancar masalah buang air kecil,
Buah yang banyak airnya dan mengandung kalium ini berkhasiat memperlancar masalah buang air kecil,
7. Pencegahan Kanker
manfaat belimbing
memberikan vitamin C yang merupakan pencegahan terhadap
serangan gejala kanker. Belimbing mengandung vitamin C dalam jumlah yang
besar. Vitamin C adalah antioksidan alami yang kuat. Sekitar 100 g buah
belimbing akan memberikan 34,7 mg atau sekitar 57% asupan vitamin C yang
dibutuhkan setiap hari. Secara umum, manfaat buah-buahan yang
kaya vitamin C akan membantu tubuh manusia mengembangkan resistensi terhadap
agen infeksi, radikal bebas dan anti inflamasi bagi tubuh.
8. Mengatasi
Tekanan Darah Tinggi
Belimbing mengandung
sejumlah mineral dan elektrolit seperti kalium, fosfor, seng dan besi. Kalium
merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh, yang membantu
mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah. Dengan demikian, akan menekan
pengaruh buruk dari sodium. Penyembuhan hipertensi banyak dilakukan dengan
terapi belimbing, dengan mengkonsumsinya secara rutin.
Efek
Samping Buah Belimbing
Bahaya Belimbing Manis terhadap Kesehatan
1. Selain memiliki banyak manfaat, pada beberapa kasus buah Belimbing Manis ternyata juga sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Karena kadar gula yang tinggi, buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Juga pada penderita penyakit ginjal, mengkonsumsi buah ini akan memperparah penyakitnya karena kandungan Asam Oxalat yang tinggi yang terdapat dalam buah ini.
1. Selain memiliki banyak manfaat, pada beberapa kasus buah Belimbing Manis ternyata juga sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Karena kadar gula yang tinggi, buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Juga pada penderita penyakit ginjal, mengkonsumsi buah ini akan memperparah penyakitnya karena kandungan Asam Oxalat yang tinggi yang terdapat dalam buah ini.
2. Selain itu, Belimbing Manis mengandung
racun yang mempengaruhi otak dan syaraf dimana pada penderita penyakit ginjal,
racun tersebut tidak dapat disaring dan dibuang sehingga akan memperparah
keadaan ginjalnya.
3. Belimbing adalah salah satu sumber makanan
dari tanaman yang mengandung konsentrasi tertinggi asam oksalat, yaitu
100 g buah segar mengandung 50,000-95,800 ppm asam oksalat. Dalam dunia
kesehatan, Asam oksalat dianggap sebagai senyawa anti nutrisi, diantaranya
dapat mengganggu penyerapan dan metabolisme beberapa mineral alami seperti
kalsium, magnesium dll. Selain itu asam oksalat juga dapat memicu kondisi yang
dikenal dengan oxaluria, yaitu yang mengarah pada pembentukan batu ginjal. Pada
beberapa orang dengan gangguan fungsi ginjal, mengkonsumsi banyak buah
belimbing dapat mengakibatkan gagal ginjal. Orang yang menderita penyakit
ginjal harus menghindari makan belimbing.
4. Belimbing sama halnya seperti jeruk, yaitu yang
telah ditemukan dapat bereaksi negatif dengan banyak obat. makan belimbing
bersama obat tertentu bisa mengakibatkan tingkat efek samping atau
toksisitas. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli
medis sebelum Anda makan belimbing bersama dengan makan obat farmasi.
Sedikit Cerita tentang efek samping buah belimbing
Bahaya Belimbing Manis terhadap Kesehatan
Selain memiliki banyak manfaat, pada beberapa kasus buah Belimbing Manis ternyata juga sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Karena kadar gula yang tinggi, buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Juga pada penderita penyakit ginjal, mengkonsumsi buah ini akan memperparah penyakitnya karena kandungan Asam Oxalat yang tinggi yang terdapat dalam buah ini.
Selain memiliki banyak manfaat, pada beberapa kasus buah Belimbing Manis ternyata juga sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Karena kadar gula yang tinggi, buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Juga pada penderita penyakit ginjal, mengkonsumsi buah ini akan memperparah penyakitnya karena kandungan Asam Oxalat yang tinggi yang terdapat dalam buah ini.
Selain itu, Belimbing Manis mengandung racun yang
mempengaruhi otak dan syaraf dimana pada penderita penyakit ginjal, racun
tersebut tidak dapat disaring dan dibuang sehingga akan memperparah keadaan
ginjalnya.
, orang umumnya percaya pada obat-obatan
tradisional. Selain lebih berkhasiat juga tak dicampur bahan kimia, sehingga
aman dikonsumsi. Tetapi, tahukah Anda bahwa beberapa obat-obatan
tradisional itu justru berbahaya bagi kesehatan, jika tidak diteliti lebih
lanjut. Buah belimbing atau Averrhoa carambola misalnya, yang dipercaya
berkhasiat menurunkan tensi darah, justru sangat berbahaya bagi pasien sakit
ginjal.
Spesialis ginjal, Dokter Med Salim Lim dalam seminarnya
“Ginjal dan obat tradisional” mengatakan, belimbing mengandung asam
oxalat di mana pada orang sehat, ginjal menyaring dan membuangnya. Sedangkan
pada pasien ginjal, racun ini tidak dapat dibuang dan memperburuk keadaan
ginjalnya. “Karena terjadi obstruksi atau sumbatan di ginjal, sehingga menjadi
gagal ginjal akut atau mendadak,” ujar konsultan di Renal Medicine Singapura
ini.
Belimbing juga mengandung neurotoksin atau racun
saraf yang bisa mempengaruhi otak dan saraf. Dan banyak masyarakat yang
belum mengetahui hal ini. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat harus
hati-hati dengan buah belimbing. Kenali gejala awalnya
yakni, cegukan, mual-mual, muntah, penurunan
kesadaran atau mati rasa, kejang, danepilepsi. “Lebih berbahaya
lagi menyebabkan kematian. Belum banyak masyarakat yang tahu tentang itu,
termasuk 99 persen tenaga medis dan dokter. Cegukan adalah ciri khas
dari efek konsumsi belimbing bagi penderita ginjal, sebesar 93 persen,”
tambahnya.
Dokter mengemukakan, sudah ada beberapa kasus. Salah
satunya, SP (56), pasien dengan penyakit ginjal, diabetes, dan hipertensi. Ia
dirawat di Rumah Sakit karena cegukan terus menerus selama dua hari, mual dan sesak
napas. Saat dirawat, pasien sempat koma. Seminggu baru diketahui, pasien selama
ini mengonsumsi belimbing untuk menurunkan tensi darahnya.
Selain belimbing, dokter Med menyebutkan, buah
jengkol (pithecellobium jiringa) juga berbahaya bagi pasien ginjal. Makan
jengkol bisa menyebabkan penyumbatan saluran air seni, karena endapan kristal
asam jengkolat, sehingga akhirnya menjadi gagal ginjal akut atau mendadak.
“Keluhannya nyeri perut (kolik) sesudah makan jengkol dan air seni menjadi
merah atau hematuria,” kata beberapa pasien.
Buah mengkudu (Morinda citrifolia) atau “noni juice”
juga tidak dianjurkan pada orang yang sakit ginjal karena kandungan
kaliumnya (K) sangat tinggi, yakni lebih dari 10 kali kalium darah atau sama
dengan jus jeruk dan tomat.
Dokter Med menjelaskan, tidak semua obat
tradisional atau herbal aman meskipun berasal dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini
karena beberapa hal antara lain, herbal tidak perlu uji klinis yang lengkap,
tidak semuanya benar-benar distandarisasi dan mengandung zat yang aktif dan
kontaminasi dengan pestisida, logam-logam berat atau obat-obat modern. Selain
itu, dosis minimal dan maksimal atau toksik jarang diberitahu, interaksi dengan
obat-obatan lain tidak diketahui dan tidak diberitahu efek sampingnya.
makan 1 buah atau 100 ml jus belimbing yang biasanya
aman buat orang sehat dapat menjadi racun bagi pasien ginjal dalam hitungan
jam. Konsultan ginjal (nefrologist) Prof. Dr. Tan Si-Yen dari University Malaya
Medical Centre (UMMC) mengatakan hal ini terjadi pada Tan Gon Seang, yang
menderita penyakit ginjal.
Warganegara malaysia berumur 66 tahun ini berada di
Shenzen mengunjungi anaknya ketika meninggal pada tanggal 29 maret setelah
makan belimbing dan dibawa ke Shenzen General Hospital dalam keadaan koma.
Menurut Prof. Tan, belimbing mengandung racun
saraf, yang tidak ada di dalam buah lain, yang mempengaruhi otak dan
saraf. Pada orang dewasa sehat, ginjal menyaring dan membuang racun ini.
Pada pasien ginjal, racun ini tidak dapat dibuang dan memperburuk keadaan
ginjalnya. Lebih dari 10 pasien lain masuk rumah sakit menderita kondisi yang
sama setelah mengkonsumsi belimbing. Dua diantara mereka meninggal.
Setelah penemuan berkaitan denga belimbing, Tan
menjalani dialisis. Sepupunya, Teoh Thian Lye, 55 tahun, mengkonfirmasi
bahwa Tan telah menjalani pengobatan masalah ginjalnya selama 3 tahun.
Keluarganya meminta bantuan kepala MCA Public Compliants and Service
Departement, Datuk Michael Chong untuk mengirimkan Tang kembali ke Malaysia
karena keluarganya tidak dapat membiayai rumah sakit 1.000-2.000 ringgit
malaysia (RM) per hari di ruang intensif.
Dialisis adalah metode untuk menyaring limbah dari
darah yang menggantikan fungsi ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana
mestinya. Dua jenis dialisis adalah hemodialisis dan dialisis
peritoneal. Kamuskesehatan.com,
Hemodialisis atau cuci darah adalah sebuah prosedur medis yang menggunakan
mesin khusus (mesin dialisis) untuk menyaring produk limbah dari darah dan mengembalikan
kandungan normal darah. Hemodialisis lebih sering digunakan untuk penyakit
ginjal kronis yaitu stadium akhir penyakit ginjal. Dalam keadaan
tersebut, dialisis ginjal biasanya dikelola dengan menggunakan jadwal yang
tetap tiga kali per minggu. Dialisis peritoneal adalah cara untuk
mengeluarkan produk sampah dari darah ketika ginjal tidak bisa lagi melakukan
pekerjaan secara memadai (kondisi yang disebut gagal ginjal atau insufisiensi
ginjal). Selama dialisis peritoneal, pembuluh darah pada lapisan perut
(peritoneum) menggantikan ginjal Anda, dengan bantuan cairan (dialisat) yang
mengalir masuk dan keluar dari rongga peritoneal. Dialisis peritoneal
berbeda dari hemodialisis, prosedur penyaringan darah yang lebih umum
digunakan. Dengan dialisis peritoneal, Anda dapat melakukan
perawatan sendiri di rumah, di tempat kerja atau saat bepergian. Anda mungkin
dapat menggunakan lebih sedikit obat dan makan diet yang lebih longgar daripada
dengan hemodialisis. Ada dua jenis utama dialisis peritoneal: dialisis
peritoneal rawat jalan berkelanjutan dan dialisis peritoneal siklis
berkelanjutan.
Menurut Dr. Tan, masih sedikit kepedulian pada
temuan yang relatif baru ini dan belum ada kasus secara lokal. Masyarakat harus
hati-hati dengan reaksi dari buah belimbing. Amati gejala awalnya
termasuk cegukan (tersedak), mati rasa dan kelelahan serta gejala-gejala
neurologis seperti bingung, gelisah, epilepsi tiba-tiba, lanjutnya. Risiko
kematiannya tinggi dan perlu penanganan agresif segera dengan hemodialisis harian.
, keracunan buah belimbing pertama kali dijelaskan
pada tahun 1980 di Malaysia. Belimbing ditemukan memiliki efek depresi pada
sistem saraf pusat. Buah yang berbentuk unik menimbulkan risiko yang sangat
kecil untuk orang sehat bila dimakan dalam jumlah normal. Namun, gagal ginjal
akut telah dilaporkan pada orang dengan riwayat penyakit ginjal.
Dalam laporan kasus tahun 2006 yang telah
diterbitkan dalam Journal of Nephrology, pasien dengan penyakit ginjal kronis
mengembangkan reaksi buruk setelah makan belimbing. Belimbing dapat
menyebabkan kemerosotan cepat dalam fungsi ginjal dan kerusakan ginjal
permanen.
Gejala umum untuk
keracunan belimbing termasuk cegukan (gejala yang paling umum, terutama pada
keracunan ringan), muntah, lemah, insomnia, penurunan kesadaran, kejang
dan hipotensi. Orang dengan riwayat penyakit ginjal harus menghindari
mengkonsumsi belimbing, terutama saat perut kosong.
No comments:
Post a Comment