Friday, 22 January 2016

Delima atau Pomegranate

Sejarah Buah Delima
Buah delima adalah salah satu buah yang dibudidayakan awal.Bukti sejarah menunjukkan
bahwa manusia pertama kali mulai menanam pohon delima kira antara 4000 SM dan 3000 SM
    Meskipun Delima tumbuh di alam liar sebelum fajar pertanian, mereka salah satu dari lima tanaman peliharaan pertama kali bersama dengan buah zaitun, anggur, buah ara dan tanggal. Diyakini peliharaan pertama kali di suatu tempat di utara Iran atau Turki, buah delima masih terjadi di alam liar. Namun, bukti arkeologis pertama delima didomestikasi tidak sampai sekitar 3000 SM di Yerikho. Segera setelah penampilan mereka di Yerikho, mereka muncul di Mesopotamia dan Mesir. Sepanjang sejarah, buah berwarna kaya dan lezat telah dihormati sebagai simbol kesehatan, kesuburan, dan kelahiran kembali. Beberapa budaya juga percaya itu diadakan kekuatan penyembuhan yang mendalam dan mistis. Yang lain memilih untuk menggunakannya dengan cara yang lebih praktis, sebagai pewarna atau dekorasi.
Tanaman buah delima (Punica granatum) merupakan tanaman semak Asia, spesies dari Pulau Socarta. Meskipun diperkirakan berasal dari Iran, budidaya delima lebih banyak berkembang di daerah Timur Tengah, Arab Saudi, Afganistan dan India, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini mengalami perkembangan pesat ketika dibudidayakan di Prancis. Karena bijinya sangat banyak, mencapai 800 biji/buah, orang Prancis menyebutnya sebagai pome garnete, atau apel berbiji. Dari cerita inilah delima sekarang memiliki nama populer sebagai wild pomegranat.

Manfaat Buah Delima
1. Mencegah penyakit Alzheimer :
Jika buah delima dikonsumsi setiap hari, akan bisa membantu  mencegah penyakit Alzheimer. Dan jika dimakan oleh orang yang sudah terkena penyakit ini, maka akan memperlambat perkembangannya. Hal ini juga akan meningkatkan otak penderita, dan akan membantu untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik dan lebih aktif.
Untuk mendapatkan semua manfaat bagi kesehatan dan kecantikan dari buah yang lezat ini, pastikan Anda makan buah delima dengan ukuran rata-rata atau sedang. Bisa juga dengan minum jus buah delima setiap hari.

2. Membantu Regenerasi sel:
Kerusakan kulit seringkali yang menjadi penyebab masalah kulit seperti pigmentasi kulit dan bintik-bintik hitam terkait usia. Delima akan memberikan manfaat dalam hal ini untuk melindungi epidermis ( lapisan luar kulit ), dan memfasilitasi regenerasi sel kulit di epidermis  (lapisan kulit dalam). Delima juga membantu produksi antioksidan alami oleh tubuh, yang akhirnya akan membantu meregenerasi sel kulit. Juga membantu meningkatkan sirkulasi darah, dan membantu memperbaiki jaringan kulit dan penyembuhan luka .

3. Mengatasi dan mencegah kanker
Di dalam buah delima ini terkandung zat yang bernama flavenoids. Zat flavenoids adalah jenis zat antioksidan tinggi yang sangat berguna untuk mencegah timbulnya kanker pada tubuh anda. Jika seseorang terjangkit penyakit kanker, ada baiknya untuk mengkonsumsi buah yang satu ini karena buah ini terbukti mampu untuk melawan sel kanker yang berkembang. Beberapa jenis kanker yang bisa diobati dengan jus delima ini antara lain kanker payudara dan kanker prostat.

4. Mengatasi anemia
Tak hanya vitamin yang berguna untuk mempercantik anda saja. Buah delima ternyata juga mengandung zat besi. Kandungan zat besi dalam buah delima ini ternyata bisa mengobati anda yang memiliki penyakit anemia. Untuk anda yang memiliki penyakit anemia, anda bisa membuat jus delima lalu meminumnya secara teratur. Tak hanya berfungsi untuk mengobati anda yang terkena anemia saja. Buah delima ternyata juga bisa mencegah anemia sejak dini.

5. Mencegah penuaan dini
Anda ingin terlihat tampil seperti terkesan muda? Anda ada baiknya mengkonsumsi buah delima. Buah ini ternyata mengandung senyawa yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini. Anda bisa mengkonsumsinya dalam bentuk jus maupun dalam bentuk minyaknya. Tapi anda disarankan untuk menggunakan minyaknya saja karena terbukti lebih efektif. Anda bisa mengoleskan minyak delima ke seluruh tubuh anda setelah mandi. Dengan mengoleskannya secara teratur, kulit anda akan menjadi lebih kencang dan tampak lebih muda.

6. Mengobati jerawat
Delima sangat kaya akan vitamin C. Vitamin inilah yang ternyata memiliki fungsi untuk mengatur produksi minyak pada wajah. Untuk mengobati jerawat menggunakan delima cukuplah mudah. Pertama haluskan delima hingga lembut. Lalu oleskan pada wajah hingga menjadi seperti masker. Biarkan mengering lalu bilas dengan air dingin. Dengan mengoleskan ke wajah anda yang berjerawat, delima ini akan mengecilkan jerawat sekaligus menyamarkan bekas jerawat yang ada pada kulit anda. Jadi, ingin bebas dari jerawat? Gunakanlah masker buah delima ini secara teratur.

7. Melawan alergi
Delima memiliki sifat anti-alergi yang sudah terbukti. Ternyata, senyawa polifenol yang mampu melawan reaksi alergi dengan mengurangi proses biokimia yang terjadi di dalam tubuh setelah sensitifitas tubuh terganggu karena sesuatu, entah makanan atau sentuhan langsung terhadap beberapa benda.

8. Mencegah dan mengobati osteoarthritis
Buah legenda yang telah tersebut dalam banyak hikayat ini menawarkan efek pengobatan pada penderita osteoarthritis. Kandungan yang bekerja memberi efek tersebut adalah polifenol dan beberapa fitonutrien lain, semuanya juga memberi efek pencegahan pada penyakit ini.

Efek Samping Buah Delima
1. Menyebabkan Masalah Metabolik
Sebuah lembaga medis melaporkan bahwa jus buah seperti grapefruit dan delima tampaknya akan mengganggu kinerja enzim dalam tubuh yang vital untuk memetabolisme beberapa jenis pengobatan umum, seperti statin yang digunakan untuk mengatasi kolesterol. Jika anda sedang menjalani suatu pengobatan tertentu yang rutin, maka konsultasi dengan dokter adalah hal yang wajib untuk anda lakukan sebelum mengkonsumsi jus delima.

2. Menyebabkan Alergi
Beberapa orang diketahui dapat mengalami gejala alergi setelah mengkonsumsi jus delima. Walau jumlahnya tidak banyak, memang ada beberapa orang yang mempunyai masalah alergi buah, termasuk terhadap buah delima, khususnya mereka yang mempunyai alergi tanaman. Gejala-gejala yang mungkin timbul antara lain adalah rasa mual, muntah, gatal-gatal, mata merah, dan kesulitan bernapas. Namun kontradikasinya, jus buah delima juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi serta beberapa nutrisi yang bekerja sebagai anti-inflamasi dan dianggap bermanfaat untuk mengatasi alergi.

3. Terlalu Banyak Gula
Banyak orang yang mengatakan bahwa jus delima adalah pilihan minuman yang baik bagi mereka para penderita diabetes. Namun hal ini dibantah oleh Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, yang justru memperingatkan para penderita diabetes untuk berhati-hati dalam mengkonsumsinya. Jus delima memiliki kandungan gula dalam tingkat moderat, apalagi jus delima dalam kemasan yang diproduksi secara masal. Dan karena para penderita diabetes harus benar-benar mengontrol kadar gula darah mereka, konsultasi dengan dokter juga sangat diperlukan sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi jus buah delima.
Jus delima memiliki 134 kalori dan 31,5 g total gula - sekira 50 persen dari glukosa dan 50 persen dari fruktosa. Kandungan gula ini setara dengan ukuran soda cola yang memiliki 128 kalori dan 31,13 g gula total. Jadi, Anda harus berhati-hati dengan konsumsi jus delima jika Anda memiliki risiko diabetes.

4. Keguguran
Buah delima bisa menyebabkan keguguran saat dikonsumsi secara berlebihan. Diketahui saat seorang ibu hamil mengonsumsi buah delima dalam jumlah berlebihan, maka sang ibu akan merasakan kontraksi pada rahimnya dan tentu sangat berpotensi mengalami keguguran. Dan perlu diketahui bahwa sebenarnya biji buah delima adalah yang paling berbahaya untuk ibu hamil.

5. Gangguan Reaksi terhadap Obat
Namun siapa sangka, jus buah delima yang sehat untuk minum setiap hari bisa menggangu sejumlah reaksi obat, seperti obat untuk mengobati kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Selain itu, mengonsumsi jus delima dapat meningkatkan risikorhabdomyolysis - suatu kondisi yang melibatkan kerusakan otot yang dapat menyebabkan gagal ginjal, khususnya jika Anda sedang mengonsumsi rosuvastatin, obat yang mengatasi kolesterol.

No comments:

Post a Comment