Sejarah Buah Delima
Buah delima adalah salah satu buah yang
dibudidayakan awal.Bukti sejarah menunjukkan
bahwa manusia pertama kali mulai menanam pohon delima kira antara 4000 SM dan 3000 SM
Meskipun Delima tumbuh di alam liar sebelum fajar pertanian, mereka salah satu dari lima tanaman peliharaan pertama kali bersama dengan buah zaitun, anggur, buah ara dan tanggal. Diyakini peliharaan pertama kali di suatu tempat di utara Iran atau Turki, buah delima masih terjadi di alam liar. Namun, bukti arkeologis pertama delima didomestikasi tidak sampai sekitar 3000 SM di Yerikho. Segera setelah penampilan mereka di Yerikho, mereka muncul di Mesopotamia dan Mesir. Sepanjang sejarah, buah berwarna kaya dan lezat telah dihormati sebagai simbol kesehatan, kesuburan, dan kelahiran kembali. Beberapa budaya juga percaya itu diadakan kekuatan penyembuhan yang mendalam dan mistis. Yang lain memilih untuk menggunakannya dengan cara yang lebih praktis, sebagai pewarna atau dekorasi.
bahwa manusia pertama kali mulai menanam pohon delima kira antara 4000 SM dan 3000 SM
Meskipun Delima tumbuh di alam liar sebelum fajar pertanian, mereka salah satu dari lima tanaman peliharaan pertama kali bersama dengan buah zaitun, anggur, buah ara dan tanggal. Diyakini peliharaan pertama kali di suatu tempat di utara Iran atau Turki, buah delima masih terjadi di alam liar. Namun, bukti arkeologis pertama delima didomestikasi tidak sampai sekitar 3000 SM di Yerikho. Segera setelah penampilan mereka di Yerikho, mereka muncul di Mesopotamia dan Mesir. Sepanjang sejarah, buah berwarna kaya dan lezat telah dihormati sebagai simbol kesehatan, kesuburan, dan kelahiran kembali. Beberapa budaya juga percaya itu diadakan kekuatan penyembuhan yang mendalam dan mistis. Yang lain memilih untuk menggunakannya dengan cara yang lebih praktis, sebagai pewarna atau dekorasi.
Tanaman buah delima (Punica granatum) merupakan
tanaman semak Asia, spesies dari Pulau Socarta. Meskipun diperkirakan berasal
dari Iran, budidaya delima lebih banyak berkembang di daerah Timur Tengah, Arab
Saudi, Afganistan dan India, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini
mengalami perkembangan pesat ketika dibudidayakan di Prancis. Karena bijinya
sangat banyak, mencapai 800 biji/buah, orang Prancis menyebutnya sebagai pome
garnete, atau apel berbiji. Dari cerita inilah delima sekarang memiliki nama
populer sebagai wild pomegranat.
Manfaat Buah Delima
1.
Mencegah penyakit Alzheimer :
Jika buah delima dikonsumsi setiap hari, akan bisa
membantu mencegah penyakit Alzheimer. Dan jika dimakan oleh orang yang
sudah terkena penyakit ini, maka akan memperlambat perkembangannya. Hal ini
juga akan meningkatkan otak penderita, dan akan membantu untuk melakukan
kegiatan sehari-hari dengan baik dan lebih aktif.
Untuk mendapatkan semua manfaat bagi kesehatan dan
kecantikan dari buah yang lezat ini, pastikan Anda makan buah delima dengan ukuran
rata-rata atau sedang. Bisa juga dengan minum jus buah delima setiap hari.
2.
Membantu Regenerasi sel:
Kerusakan kulit seringkali yang menjadi penyebab
masalah kulit seperti pigmentasi kulit dan bintik-bintik hitam terkait usia.
Delima akan memberikan manfaat dalam hal ini untuk melindungi epidermis (
lapisan luar kulit ), dan memfasilitasi regenerasi sel kulit di epidermis
(lapisan kulit dalam). Delima juga membantu produksi antioksidan alami oleh
tubuh, yang akhirnya akan membantu meregenerasi sel kulit. Juga membantu
meningkatkan sirkulasi darah, dan membantu memperbaiki jaringan kulit dan
penyembuhan luka .
3.
Mengatasi dan mencegah kanker
Di dalam buah delima ini terkandung zat yang bernama
flavenoids. Zat flavenoids adalah jenis zat antioksidan tinggi yang sangat
berguna untuk mencegah timbulnya kanker pada tubuh anda. Jika seseorang
terjangkit penyakit kanker, ada baiknya untuk mengkonsumsi buah yang satu ini
karena buah ini terbukti mampu untuk melawan sel kanker yang berkembang.
Beberapa jenis kanker yang bisa diobati dengan jus delima ini antara lain
kanker payudara dan kanker prostat.
4.
Mengatasi anemia
Tak hanya vitamin yang berguna untuk mempercantik
anda saja. Buah delima ternyata juga mengandung zat besi. Kandungan zat besi
dalam buah delima ini ternyata bisa mengobati anda yang memiliki penyakit
anemia. Untuk anda yang memiliki penyakit anemia, anda bisa membuat jus delima
lalu meminumnya secara teratur. Tak hanya berfungsi untuk mengobati anda yang
terkena anemia saja. Buah delima ternyata juga bisa mencegah anemia sejak dini.
5.
Mencegah penuaan dini
Anda ingin terlihat tampil seperti terkesan muda?
Anda ada baiknya mengkonsumsi buah delima. Buah ini ternyata mengandung senyawa
yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini. Anda bisa mengkonsumsinya dalam
bentuk jus maupun dalam bentuk minyaknya. Tapi anda disarankan untuk
menggunakan minyaknya saja karena terbukti lebih efektif. Anda bisa mengoleskan
minyak delima ke seluruh tubuh anda setelah mandi. Dengan mengoleskannya secara
teratur, kulit anda akan menjadi lebih kencang dan tampak lebih muda.
6.
Mengobati jerawat
Delima sangat kaya akan vitamin C.
Vitamin inilah yang ternyata memiliki fungsi untuk mengatur produksi minyak
pada wajah. Untuk mengobati jerawat menggunakan delima cukuplah mudah. Pertama
haluskan delima hingga lembut. Lalu oleskan pada wajah hingga menjadi seperti
masker. Biarkan mengering lalu bilas dengan air dingin. Dengan mengoleskan ke
wajah anda yang berjerawat, delima ini akan mengecilkan jerawat sekaligus
menyamarkan bekas jerawat yang
ada pada kulit anda. Jadi, ingin bebas dari jerawat? Gunakanlah masker buah
delima ini secara teratur.
7.
Melawan alergi
Delima memiliki sifat anti-alergi yang sudah
terbukti. Ternyata, senyawa polifenol yang mampu melawan reaksi alergi dengan
mengurangi proses biokimia yang terjadi di dalam tubuh setelah sensitifitas
tubuh terganggu karena sesuatu, entah makanan atau sentuhan langsung terhadap
beberapa benda.
8.
Mencegah dan mengobati osteoarthritis
Buah legenda yang telah tersebut dalam banyak
hikayat ini menawarkan efek pengobatan pada penderita osteoarthritis. Kandungan
yang bekerja memberi efek tersebut adalah polifenol dan beberapa fitonutrien
lain, semuanya juga memberi efek pencegahan pada penyakit ini.
Efek Samping Buah Delima
1.
Menyebabkan Masalah Metabolik
Sebuah lembaga medis melaporkan bahwa jus buah
seperti grapefruit dan delima tampaknya akan mengganggu kinerja enzim dalam
tubuh yang vital untuk memetabolisme beberapa jenis pengobatan umum, seperti
statin yang digunakan untuk mengatasi kolesterol. Jika anda sedang menjalani
suatu pengobatan tertentu yang rutin, maka konsultasi dengan dokter adalah hal
yang wajib untuk anda lakukan sebelum mengkonsumsi jus delima.
2.
Menyebabkan Alergi
Beberapa orang diketahui dapat mengalami gejala
alergi setelah mengkonsumsi jus delima. Walau jumlahnya tidak banyak, memang
ada beberapa orang yang mempunyai masalah alergi buah, termasuk terhadap
buah delima, khususnya mereka yang mempunyai alergi tanaman. Gejala-gejala yang
mungkin timbul antara lain adalah rasa mual, muntah, gatal-gatal, mata merah,
dan kesulitan bernapas. Namun kontradikasinya, jus buah delima juga memiliki
kandungan vitamin C yang tinggi serta beberapa nutrisi yang bekerja sebagai
anti-inflamasi dan dianggap bermanfaat untuk mengatasi alergi.
3.
Terlalu Banyak Gula
Banyak orang yang mengatakan bahwa jus delima adalah
pilihan minuman yang baik bagi mereka para penderita diabetes. Namun hal ini
dibantah oleh Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, yang justru
memperingatkan para penderita diabetes untuk berhati-hati dalam
mengkonsumsinya. Jus delima memiliki kandungan gula dalam tingkat moderat,
apalagi jus delima dalam kemasan yang diproduksi secara masal. Dan karena para
penderita diabetes harus benar-benar mengontrol kadar gula darah mereka, konsultasi
dengan dokter juga sangat diperlukan sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi jus
buah delima.
Jus delima memiliki 134 kalori dan 31,5 g total gula
- sekira 50 persen dari glukosa dan 50 persen dari fruktosa. Kandungan gula ini
setara dengan ukuran soda cola yang memiliki 128 kalori dan 31,13 g gula total.
Jadi, Anda harus berhati-hati dengan konsumsi jus delima jika Anda memiliki
risiko diabetes.
4.
Keguguran
Buah delima bisa menyebabkan keguguran saat
dikonsumsi secara berlebihan. Diketahui saat seorang ibu hamil mengonsumsi buah
delima dalam jumlah berlebihan, maka sang ibu akan merasakan kontraksi pada
rahimnya dan tentu sangat berpotensi mengalami keguguran. Dan perlu diketahui
bahwa sebenarnya biji buah delima adalah yang paling berbahaya untuk ibu hamil.
5.
Gangguan Reaksi terhadap Obat
Namun siapa sangka, jus
buah delima yang sehat untuk minum setiap hari bisa menggangu sejumlah reaksi
obat, seperti obat untuk mengobati kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.
Selain itu, mengonsumsi jus delima dapat meningkatkan
risikorhabdomyolysis - suatu kondisi yang melibatkan kerusakan otot yang
dapat menyebabkan gagal ginjal, khususnya jika Anda sedang mengonsumsi
rosuvastatin, obat yang mengatasi kolesterol.
No comments:
Post a Comment